Anjani sejak lahir sudah cantik. Tumbuh dewasa di tengah keluarga yang penuh kasih sayang. Tugasnya hanya belajar, menjadi anak yang berbakti dan bisa membanggakan orang tua. Beruntungnya lagi, orang tuanya sangat mendukung dari segi finansial. Dari kecil juga sudah diajarkan untuk selalu rendah hati hingga tumbuh menjadi pribadi yang baik. Bagi Anjani, tidak ada impian yang tidak bisa dicapai, seluruh semesta selalu menjadi pendukungnya.
Lalu ada Bintang, anak manis yang biasa-biasa saja. Keluarganya tidak bisa dikatakan harmonis, tetapi tidak berantakan juga. Bintang tidak rajin, namun tidak bisa dikategorikan sebagai pemalas. Biasa-biasa saja. Penampilannya sederhana. Sangat biasa saja. Hidupnya penuh warna, karena tak semua rencananya berakhir sesuai keinginannya. Tapi ada satu hal yang tidak biasa. Auranya positif, senyumnya menenangkan. Kehadirannya selalu membawa kebahagiaan.
Semua berjalan seperti biasa. Hingga datang Tama, pemuda tampan dengan segala pesonanya. Datang pada Bintang dengan hati yang tak utuh karena sepersekian hatinya milik Anjani. Tidak heran, karena Anjani memang cantik.
Lalu seiring waktu berjalan, serpihan hati yang pergi tak kunjung kembali. Jadilah Bintang yang dalam waktu singkat dipaksa untuk mengisi celah yang ada. Bintang harus cantik. Bintang harus begini. Bintang harus begitu. Sampai Bintang lupa akan dirinya yang sebenarnya seperti apa.
Kalau sudah begitu, selanjutnya bagaimana?
Setiap orang dilahirkan dengan anugerah yang berbeda-beda.
Ada yang terlahir sudah nyaris sempurna.
Ada juga yang harus berjuang untuk hanya sekedar menjadi biasa.
Kamu hanya perlu memilih satu yang sesuai dengan keinginanmu.
Untuk kamu, yang dalam hati sering membanding-bandingkan Bintangmu dengan Anjani.
Komentar
Posting Komentar