Langsung ke konten utama

Cerita Tentang Bintang

Anjani sejak lahir sudah cantik. Tumbuh dewasa di tengah keluarga yang penuh kasih sayang. Tugasnya hanya belajar, menjadi anak yang berbakti dan bisa membanggakan orang tua. Beruntungnya lagi, orang tuanya sangat mendukung dari segi finansial. Dari kecil juga sudah diajarkan untuk selalu rendah hati hingga tumbuh menjadi pribadi yang baik. Bagi Anjani, tidak ada impian yang tidak bisa dicapai, seluruh semesta selalu menjadi pendukungnya.

Lalu ada Bintang, anak manis yang biasa-biasa saja. Keluarganya tidak bisa dikatakan harmonis, tetapi  tidak berantakan juga. Bintang tidak rajin, namun tidak bisa dikategorikan sebagai pemalas. Biasa-biasa saja. Penampilannya sederhana. Sangat biasa saja. Hidupnya penuh warna, karena tak semua rencananya berakhir sesuai keinginannya. Tapi ada satu hal yang tidak biasa. Auranya positif, senyumnya menenangkan. Kehadirannya selalu membawa kebahagiaan.

Semua berjalan seperti biasa. Hingga datang Tama, pemuda tampan dengan segala pesonanya. Datang pada Bintang dengan hati yang tak utuh karena sepersekian hatinya milik Anjani. Tidak heran, karena Anjani memang cantik.

Lalu seiring waktu berjalan, serpihan hati yang pergi tak kunjung kembali. Jadilah Bintang yang dalam waktu singkat dipaksa untuk mengisi celah yang ada. Bintang harus cantik. Bintang harus begini. Bintang harus begitu. Sampai Bintang lupa akan dirinya yang sebenarnya seperti apa.

Kalau sudah begitu, selanjutnya bagaimana?

Setiap orang dilahirkan dengan anugerah yang berbeda-beda.
Ada yang terlahir sudah nyaris sempurna.
Ada juga yang harus berjuang untuk hanya sekedar menjadi biasa. 

Kamu hanya perlu memilih satu yang sesuai dengan keinginanmu.

Untuk kamu, yang dalam hati sering membanding-bandingkan Bintangmu dengan Anjani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Trip ke Bali Super Murah!

Haloo Tulisan ini dibuat ditengah kepanikan nugas satu minggu sebelum UTS. Perasaan waktu nulis juga campur aduk. Pusing karena tugas super banyak dan gak habis-habis. Sedih karena kangen rumah tapi gak bisa pulang. Mumet pingin liburan tapi Desember masih 3 bulan lagi. Trus ku pikir kenapa aku gak coba untuk nulis sebagai pengalihan dari kemumetan semester 5. Daripada tidur terus, kan? Sekaligus untuk mengobati perasaan campur aduk yang udah aku jelasin tadi hehe. Nah langsung aja disini aku mau berbagi tips untuk kalian yang mau liburan ke Bali dengan budget yang minim dan mau explore tempat-tempat wisata yang berbeda dari tujuan study tour sekolah kalian dulu :p Pertama banget, siapin grup anti wacana 4-6 orang. Tujuannya apa? Untuk meringankan fixed cost yang ada wkwk. Contohnya waktu mau naik Grab atau Go-Car jadi lebih murah. Mau sewa hotel juga jadi lebih murah. Kemarin sih aku dan teman-teman dapet hotel dengan harga 120k/malam dengan kapasitas maksimal 4 orang. Kan l...

Makan Sampai Habis!

Hayo siapa yang dari kecil kalau makan nasi selalu sisa? Pernah bayangin gak sih ribuan orang diluar sana masih sulit banget untuk bisa makan nasi. Sedangkan kita malah buang-buang seenaknya aja. “Kan bisa dikasih kucing” Kucing jaman now milih-milih sih makannya jadi ujung-ujungnya pasti nasinya kebuang :( Gak usah jauh-jauh deh ngeliat ribuan orang diluar sana. Bayangin aja gimana perasaan Ibu kalian. Sudah masak pagi-pagi penuh cinta, eh makannya ga habis.. Aku belum jadi ibu-ibu sih tapi serius sedih banget guys rasanya. Cerita dikit yaa… Hari ini hari pertama aku magang di Otoritas Jasa Keuangan di Bali, saking semangatnya tadi pagi aku bangun jam 4 pagi dong. Bingung gak tuh mau ngapain. Akhirnya jam 5 pagi aku beli bahan masakan trus masak-masak sampai jam 7. Mepet banget, syukur OJK cuman 5 menit dari rumah aku jadi 7.40 aku sudah duduk manis di kantor hehe. Nah selesai masak aku bangga banget. Kayak udah siap banget jadi ibu-ibu kantoran yan...